CENDANA HOMESTAY OMA Homestay Pure Javascript. No jQuery. No flash. #htmlcaption2 Stay Connected
Tak lama lagi, Tepatnya pada tanggal 27 Oktober 2018, Sawahlunto Coal Trail Marathon Jilid II akan kembali di gelar di Sawahlunto. Ketua Panitia SCTM 2018, Tival Godoras yang telah menikmati Kate Homestay Kate dan juga Cendana Homestay mengatakan bahwa "Konsep yang kami tawarkan pada kegiatan lari ini adalah Sport Tourism Event, yang akan memberikan pengalaman berlari bersama keindahan alam, budaya adat dan napak tilas sejarah kota tua Sawahlunto".

Olah raga adventure ini telah meraih sukses pada tahun 2017 sehingga even ini menjadi jadwal rutin setiap tahunnya di Kota Wisata yang bersejarah ini. Sawahlunto Coal Trail Marathon akan melintasi ikon-ikon sejarah pertambangan batu bara di Sawahlunto, diantaranya Lapangan Segitiga, Taman Silo, bangunan peninggalan Hindia Belanda, Unit Penambangan Ombilin, Puncak Polan dan lain sebagainya

"Sawahlunto memiliki daya jual yang bagus. Keramah tamahan masyarakatnya, makanan tradisionalnya, seni budaya, semua sekan menyatu dengan baik. Makanya kami adakan kembali even SCTRM 2018 ini karna respon yang baik dari peserta yang hadir pada tahun yang lalu" ucap Suci salah satu panitia SCTM 2018 ini.

"Nantinya, yang bikin pelari tak bisa melupakan Sawahlunto adalah peserta akan berlari melewati lubang kalam yang merupakan sebuah terowongan kereta api tua peninggalan Hindia Belanda yang menembus kaki bukit sepanjang 835 meter." Ucap gadis cantik berponi ini

Jadi tunggu apa lagi, segera daftarkan diri anda dan nikmati wisata lari anda dengan berbagai keindahan yang ditawarkan oleh Kota Sawahlunto. Ada 3 Kategori dalam SCTM 2018 ini, yaitu 17 K, 25 K dan 42 K. Pendaftaran bisa dilakukan melalui website www.sawahlunto-coaltrail.com
 
Untuk penginapan, anda bisa menghubungi Homestay Sawahlunto melalui
 
1. Ibu Ben/HP-WA 081374047179, 
2. Elfia Rita Dewi/HP-WA 081363421003, 
3. Sigit/HP-WA 082174163000 
4. Atau dapat dilakukan pemesanan secara online di traveloka.com, booking.com, misteraladin.com atau www.homestaysawahlunto.com.
 

Hanya dalam hitungan hari saja, Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) 2018 siap di menggebrak Kota Sawahlunto pada tanggal 19 – 22 Oktober 2018 yang akan datang. Sejumlah musisi lokal dan juga internasional akan terlibat dalam perhelatan musik yang dilaksanakan setiap tahun di Kota Wisata Tambang ini. Dari informasi yang di dapatkan, untuk acara Simfes kali ini akan dihadiri oleh Debu dari Turki, Tandava dari musik kolaborasi Itali-Rusia-Jepang, Leana Rachael dari USA dan beberapa musisi lokal seperti Manja (Bali), Sisir Tanah (Jogja)Minang Pentagon (Sumbar) dan banyak lagi musisi hebat lainnya yang akan hadir dalam even yang dilaksanakan selama 3 hari ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, "SIMFes merupakan event musik bertaraf internasional yang wajib disambangi. SIMFes juga merupakan perpaduan ciamik antara heritage city yang indah, musik yang bergelora, dan kehangatan interaksi antara musisi dan penonton. Itulah mengapa SIMFes selalu ditunggu dan dipadati penikmat musik setiap tahunnya” ujar Arief Yahya.

SIMFes yang identik dengan penampilan musik yang memadukan komposisi etnik, modern, dan kontemporer ini memberi tema “Sawahlunto, the Energy of the World’s Culture” pada tahun ini. Selain itu, SIMFes tahun ini masuk kedalam 100 Indonesia Wonderful Events 2018 yang dikeluakan oleh Kementerian Pariwisata.

SIMFes adalah event yang cetus oleh Ir. Amran Nur. Mantan Walikota Sawahlunto yang juga dianggap sebagai Bapak Pembangunan Sawahlunto memiliki keinginan untuk memiliki acara festival musik tingkat internasional di Sawahlunto. Ide tersebut akhirnya disambut manis oleh Kurator Edy Utama dan Hiltrud Cordes. Akhirnya tahun 2010, Sawahlunto International Music Festival pertama kali dimulai.

"Acara bergengsi untuk mengundang wisatawan datang itu sangat perlu dilakukan. Supaya gaung kota ini bisa terdengar sampai ke luar negeri. Musik adalah bahasa universal yang diterima semua kalangan. Maka untuk itu, Simfes hadir di Sawahlunto untuk menyatukan musisi mancanegara dan juga sebagai corong promosi pariwisata kota ini menuju misi kita menjadikan Sawahlunto sebagai kota wisata tambang yang berbudaya di tahun 2020" begitu Alm. Ir. Amran Nur pernah berucap.

Selain menikmati musik, para tamu saat even ini akan disuguhkan suasana kota yang asri, kekeluargaan, keakraban, dan juga dapat menikmati berbagai objek wisata di kota yang dahulu bertumpu pada sektor pertambangan batu bara ini.

Asosiasi Homestay Sawahlunto dan anggota nya juga ikut berbenah menghadapi even tahunan ini. Kami siap menjadi tuan rumah dan menampung para tamu yang menginap di Sawahlunto untuk menikmati SIMFES 2018 ini. Jadi tunggu apa lagi, segera pesan tiket dan nikmati keindahan Sawahlunto.

Ibu Elfia Rita Dewi yang merupakan anggota DPRD Kota Sawahlunto sekaligus sebagai koordinator lapangan untuk Homestay Wilayah Lembah Segar juga mengatakan bahwa untuk pemesanan Homestay dapat dapat menghubungi :
  1. Ibu Ben/HP-WA 081374047179, 
  2. Elfia Rita Dewi/HP-WA 081363421003, 
  3. Sigit/HP-WA 082174163000 
  4. Atau dapat dilakukan pemesanan secara online di traveloka.com, booking.com, misteraladin.com atau www.homestaysawahlunto.com.


Bagi Teman Traveler penggemar musik ada nih event yang akan berlangsung di Sawahlunto, Sumatera Barat yaitu Sawahlunto International Music Festival (SIMFest), pada 19-21 Oktober 2018. Nah selain menghadiri festival ini, ada baiknya nih melipir sejenak ke wisata sejarah Sawahlunto. Kawasan ini memang dikenal sebagai gudangnya peninggalan dari zaman penjajahan Belanda. Ada apa saja sih? Yuk dibaca ulasan berikut!

MUSEUM GUDANG RANSUM
Wisata sejarah Sawahlunto yang bisa Teman Traveler kunjungi adalah Museum Goedang Ransoem yang berada di Jalan Abdul Rahman Hakim Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Gedung tua ini dibangun pada tahun 1918 saat zaman penjajahan Belanda, merupakan bekas dapur umum para pekerja tambang batu bara dan pasien rumah sakit di Sawahlunto. Teman Traveler bisa menyesapi jejak sejarah di kawasan ini dengan menyaksikan dua buah gudang besar dan tungku pembakaran yang dahulu digunakan untuk memasak nasi. Tanpa perlu merogoh kocek terlalu mahal, cukup Rp5 ribuan saja sudah bisa berkunjung ke sini.

 
MUSEUM TAMBANG
Masih tetap museum namun kali ini adalah Tambang Batu Bara Ombilin, berlokasi di Saringan, Barangin, Kota Sawahlunto. Teman Traveler bisa melihat peralatan tambang batu bara, kostum penambang, kendaraan pengangkut batu bara, foto zaman dahulu, arsip, dan berbagai koleksi yang berhubungan dengan penambangan sejak zaman penjajahan Belanda hingga sekarang. Keistimewaan lain museum yang berdiri sejak tahun 1891.
 

MUSEUM KERETA API
Wisata sejarah Sawahlunto selanjutnya merupakan ‘saudara’ dari Museum Kereta Api Ambarawa, terletak di Jalan Kampung Teleng Kelurahan Pasar Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Pada zaman kolonial Belanda, tempat ini memang beroperasi sebagai stasiun kereta api yang digunakan untuk mengangkut hasil tambang batu bara. Tidak heran umur gedung ini begitu tua karena berdiri mulai tahun 1912, walau kini tempat ini sudah tidak dioperasikan sebagai stasiun. Salah satu lokomotif kereta bernama Mak Item terkadang beroperasi untuk mengangkut pelancong. Teman Traveler cukup merogoh kocek setidaknya Rp5 ribu saja untuk biaya perawatan museum ini. 

LUBANG KALAM
Lubang Kalam merupakan sebutan untuk terowongan jalur kereta api yang menembus bebatuan cadas, lajur inilah yang dilewati oleh kereta pengangkut batu bara pada zaman Belanda dahulu. Kini memang sudah tidak beroperasi, namun Lubang Kalam yang bertempat di Talawi Hilir ini cukup populer sebagai wisata sejarah Sawahlunto. Kalau Teman Traveler masuk ke dalam terowongan sebaiknya membawa penerangan ya karena tidak ada lampu atau semacamnya di dalam sini.

Ternyata masih banyak ya peninggalan zaman kolonial yang bisa kita kenang di Sawahlunto, supaya kita juga tetap ingat dengan sejarah, karena wisata memang tidak melulu alam dan kuliner. Siapa nih yang siap berangkat ke kota yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Kota Padang ini?

Pada hari Minggu tanggal 14 Oktober 2018 yang lalu bertempat di Kantor Desa Talawi Hilir, Asosiasi Homestay Sawahlunto melakukan pertemuan dan musyawarah daerah guna menerima laporan dari Ketua Asosiasi Homestay Sawahlunto Periode 2014-2018 serta melakukan pemilihan ketua dan pengurus baru untuk periode 2018-2022.

Selain Ketua Asosiasi Homestay di Periode 2014-2018 beserta seluruh anggota Asosiasi Homestay, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Parpora kota Sawahlunto, Efriyanto, S.Sos, MM, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disparpora, Def Afrianto, ST dan juga Anggota DPRD Kota Sawahlunto, Elfia Rita Dewi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Parpora kota Sawahlunto, Efriyanto, S.Sos, MM, berharap pelaku jasa usaha homestay ini dapat mengembangkan usaha dengan menguasai digital marketing agar bisa berkolaborasi dengan travel agent, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto menginap di homestay yang sudah memiliki reputasi baik di tingkat Nasional dan juga setingkat Asia Tenggara.

Kepala Dinas yang dikenal akrab dan bersahaja ini berharap Asosiasi Homestay dan pengurus harus mencari solusi serta inovasi bagaimana agar homestay yang ada di sawahlunto berkembang dan makin meningkat jumlah kunjungannya.

"Kami dari Pemerintah kota akan mendukung Homestay dengan mengadakan event menarik, dan akan menyarankan wisatawan yang datang untuk menginap di homestay. Silahkan Bapak Ibu pengusaha Homestay untuk ikut terjun dan berpromosi di setiap even yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah" sebut Efrianto saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Kamsri Benty.M, SE yang telah dua kali menjabat sebagai ketua Asosiasi Homestay di Periode 2010-2014 dan 2014-2018 juga berharap melalui musyarah ini diharapkan bisa membuahkan program strategi pembinaan kepada masyarakat secara melalui kegiatan yang dikembangkan oleh Asosiasi Homestay bersama Pemerintah Daerah kota Sawahlunto untuk mewujudkan Sapta Pesona.

“Mari kita ciptakan suasana kondusif, aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan penuh kenangan kepada wisatawan yang menginap di kota yang kita cintai ini” ungkap wanita yang terkenal gigih dan ulet dalam setiap kerja yang di gawanginya.

Kedepannya, Homestay Sawahlunto harus lebih mampu meningkatkan pelayanan disertai inovasi paket wisata serta peningkatan sarana dan prasarana hunian agar memiliki ciri khas sebagai daya tariknya tersendiri bagi wisatawan.
 
"Feels Like Home, adalah tema yang kita angkat dalam Homestay Sawahlunto. Bagaimana membuat tamu merasakan seperti sedang berlibur di rumah keluarga sendiri. Maka untuk itu, anggota asosiasi harus menjaga ramah tamah, tegur sapa dan memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada tamu tentang Sawahlunto dengan sejarahnya serta objek wisatanya. Lakukan dengan hati yang nyaman, seperti kita sedang menjamu keluarga sendiri” ucap wanita yang juga sukses mengangkat dan mengharumkan seni budaya Sawahlunto ke tingkat Internasional melalui Sanggar Parmato Hitam ini.
 
Acara dilanjutkan dengan pemilihan Ketua dan pengurus Asosiasi Homestay Sawahlunto untuk periode 2018-2022. Setelah melakukan pemilihan suara, kembali ditetapkan ketua yang baru Kamsri Benty, SE untuk kali ke tiga memimpin Asosiasi Homestay Sawahlunto kedepannya.
 
“Ini amanah dan tantangan bagi saya. Dengan anggota aktif sebanyak +/- 39 rumah homestay dimana Kampung Talawi memiliki 17 anggota, Kampung Sugar dan Barangin 18 anggota serta Muaro Kalaban 4 anggota, kami dari Asosiasi sebagai pembina homestay akan berusaha meningkatkan kesejahteraan anggota melalui pembinaan dan pelatihan guna meningkatkan pelayanan yang akan membuat meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Selain itu, kami akan coba mencari peluang untuk mendapatkan bantuan perbaikan kelayakan dan kenyamanan rumah homestay. Tapi tentunya program kerja itu akan kita bahas dalam rapat formatur pembentukan pengurus yang rencananya akan kami lakukan minggu depan. Doakan saja kami bisa memberikan kontribusi bagi Pemerintah Daerah dalam mempromosikan dan juga menjual wisata yang ada di Kota Sawahlunto ini” begitu ungkap Ketua Terpilih periode 2018 – 2023 ini mengakhiri.