Homestay Lembah Segar Kota dan Muaro Kalaban

Klik Gambar Homestay untuk mengetahui suasana, layanan dan bentuk kamar yang tersedia di Homestay Wilayah Lembah Segar Kota dan Wilayah Muaro Kalaban

Sawahlunto Berpotensi Menjadi Kota Pusaka

Kekayaan sejarah yang dimiliki setiap daerah, merupakan roh utama hadirnya sebuah kota pusaka, Sawah­lunto salah satunya. Untuk menjaga potensi kekayaan sejarah tersebut, dibutuhkan kreati­fitas dan keikhlasan.

History of heritage building in Sawahlunto

Sawahlunto coal mines opening in 1891 is the most important asset for the Dutch colonial governance due to high world demand for coal as an energy source in the century the invention of the steam engine. Moreover Sawahlunto reserve coal deposits estimated at 205 million ton figure. Coal reserves that are spread among regions Parambahan, Sikalang, Sungai Durian, Sigaluik, Padangsibuak, Village Tower, Cape Ampalu

30 April 2016

Homestay Sawahlunto ke Desa Wisata Pentingsari Eps. 3

Saya kaget dengan desa wisata pentigsari ini... Disini hanya sebuah desa. Tanpa objek wisata seperti kita di sumbar atau di sawahlunto. Jika disawahlunto ada Museum Gudang Ransum, Info Box, Lubang Mbah Suro, Museum Tambang, Museum Kereta dan lain sebagainya... disini tidaklah ada objek tujuan wisata nya selain menawarkan suasana desa dan aktifitas yang dilakukan oleh para tamu di desa ini.


Tanpa objek wisata yang ada di desa ini tp mampu menghasilkan perputaran uang sebesar (kalo saya gak salah..) 2,5 Milyar dalam 1 tahun dari kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Dasyat...!!

 Desa Wisata yang digawangi pembinaan dan pengelolaan oleh pak Doto Yogantoro ini mampu mengemas suasana desa menjadi potensi pendapatan masyarakat. Mampukah kita setidaknya mendekati kesuksesan mereka kalaupun tidak bisa disetarakan dengan desa penting sari ini..?

Malam ini kami berlomba-lomba mencuri ilmu dari pak doto sebagai narasumber yang menceritakan bagaimana beliau mengelola desa wisata pentingsari. Saat baru aja desa ini bangkit dan mendapatkan juara dala lomba desa wisata pada tahun 2009, eh pada tahun 2010 gunung merapi meletus dan warga desa inipun harus mengungsi selama 2 bulan karna terkenaa semburan debu gunung merapi.

 Tapi semangat tak boleh padam, ucap beliau. Setelah merapi dinyatakan aman, warga kembali ke desa dan memulai untuk menata kembali desa wisata nya. perlahan tapi pasti.. akhirnya pentingsari mulai bangkit dan kembali menjadi kunjungan wisata.


Malam ini, terjalin keakraban antara Asosiasi Homestay Sawahlunto dengan Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Sleman. Banyak ilmu yang kami dapatkan disini. Dan butuh proses yang tak mudah. Tapi berkaca dari desa Pentingsari, mereka mengkesampingkan ego masing2 warga nya demi kemajuan kampungnya sendiri. Mampukah kita warga Sawahlunto saling berjabat tangan tanpa harus sikut menyikut dan jatuh menjatuhkan demi mencapai kesejahteraan dan kemajuan kita bersama? Hanya kita masing-masinglah yang mampu menjawaab nya...
   







Posted by: Admin Homestay Homestay Sawahlunto Updated at : April 30, 2016

29 April 2016

Homestay Sawahlunto ke Desa Wisata Pentingsari Eps.2

Setelah menikmati sore yang diguyur hujan dan menikmati minuman teh dan kopi hangat, kami lanjut melakukan aktifitas lainnya. Tapi sebelum itu, satu hal yang kami semua sukai dari jamuan welcome drink ini adalah aroma dan rasa teh yang ada di desa ini begitu wangi dan khas... enak dan menyejukkan. Membuat rasa lelah kami hilang, saya sendiri lupa nama teh nya.. tapi teh ini begitu nikmat...


Kegiatan ini cukup unik. Dan ini cukup berpotensi menambah penghasilan anggota desa wisata yang mengelolanya. Ibu-ibu homestay sawahlunto ini sedang belajar membuat wayang dari bahan jerami.

Di desa pentingsari, paket ini berharga Rp. 10.000 per orang. Bayangin aja kalo dalam satu rombongan terdapat 50 orang peserta..? 


bener2 contoh yang bagus dalam pengelolaan desa wisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat.. mampukah kita..? mari kita jawab bersama...


Ini hasil yang gak bagusnya.. hehehehe. karna baru belajar rasanya sih wajar aja blom keliatan bentuknya. Tapi jika sudah terlatih, akan bener-bener berbentuk wayang jerami.


Apapun hasilnya.. kami cukup bahagia...





Posted by: Admin Homestay Homestay Sawahlunto Updated at : April 29, 2016

28 April 2016

Homestay Sawahlunto ke Desa Wisata Pentingsari Eps. 1

Akhirnya kami tiba di jogja setelah melakukan transit di Batam. Di Jogja kami telah disambut oleh Pak Yusup Sudadi yang kami panggil dengan Si Mbah-nya pengelolaan dan pengembangan potensi wisaa pedesaan dan Pak Doto Yogantoro yang merupakan pakarnya pengelolaan desa wisata sekaligus sebagai motivator dalam berbaagai even pengembangan potensi desa wisata dan homestay.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari bandara Adi Sucipto menuju arah gunung merapi, akhirnya kami tida di Desa wisata Pentingsari Umbulharjo Cangkringan Sleman. Setelah pembagian rumah homestay, akhirnya saya diinapkan di Rosella Homestay pemiliknya adalah pak Hartono. Beliau adalah wiraswasta yang bergerak di bidang desain taman dan dekorasi halaman. Sesuai dengan bidangnya, par hartono ini mendesain dan membangun homestay miliknya sendiri dan sekaligus membuat wahana2 permainan dan hiburan di sekitar homestaynya.

Berikut ini adalah suasana disekitar homestay yang kami tempati. Asosiasi Homestay Sawahlunto bersiap untuk meenimba ilmunya yang pertama di sebuah desa kecil tanpa objek wisata...








Posted by: Admin Homestay Homestay Sawahlunto Updated at : April 28, 2016

27 April 2016

Homestay Sawahlunto Study Banding Eps. 1

Setelah dirasa sedikit ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Sawahlunto (ini hanya penilaian menurut kami pengurus Asosiasi saja) yang dilihat dari menurunnya tingkat hunian wisatawan di Homestay yang berada dalam naungan Asosiasi Homestay Sawahlunto, maka atas prakarsa Ketua Asosiasi, Hj. Kamsri Benty, SE dan hasil rapat dengan penguus Asosiasi Homestay Sawahlunto Tingkat Kota, maka dirancanglah ide untuk melakukan study banding demi membuat sebuah pembaharuan dalam mengemas paket wisata sehingga bisa mendatangkan banyak tamu seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Mungkin ada sedikit kejenuhan wisatawan dengan objek wisata yang ada di Kota Sawahlunto ini" ujar ketua asosiasi homestay sawahlunto. 

"Jenuh dalam arti kata begini, tidak adanya aktifitas lain yang dilakukan wisatwan di sawahlunto ini, membuat mereka mulai menempatkan sawahlunto di baris kesekian kunjungan wisata." lanjutnya

"Anda berapakali ke pagaruyung? 2 atau 3 atau 4 kali? Apa ada yang berubah dari objek wisata tersebut? tidak kan? karna pagararuyung tetap akan seperti itu. Nah begitu juga dengan Lubang mbah suro, museum gudang ransum, museum kereta api, info box, heritage dan lain sebagainya.... Akan tetap begitu!. Nah saat itulah kejenuhan itu akan muncul di wisatwan yang pernah hadir dan datang ke sawahlunto. Kita harus punya ide baru mengemas konsep wisata agar Sawahlunto kembali dikunjungi dan homestay sawahlunto kembali kedatangan tamu"

Atas dasar ide itulah, akhirnya asosiasi bersama para anggotanya menetapkan desa wisata yang ada di jogja untuk kami kunjungi dan menimba ilmu disana. Desa Wisata Dewisari, Desa Pentingsari Umbul Harjo adalah target tujuan utama karena desa ini adalah jawara nya dalam mengelola desa wisata versi kementrian pariwsata dan target selanjutnya adalah Omah Tembi di Bantul yang merupakan jawara dalam penilaian homestay tingkat ASEAN yang mengalahkan OMA Homestay Sawahlunto sebagai juara ke tiga dalam ajang ini.

Akhirnya, kami Asosiasi Homestay Sawahlunto yang terdiri dari pengurus kota, pengurus wilayah lembah segar dan wilayah talawi, anggota homestay berangkat ke Jogja di dampingi oleh Pejabat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto dan juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sawahlunto, Ibu Yenny Halil, S.Pt.

Posted by: Admin Homestay Homestay Sawahlunto Updated at : April 27, 2016

05 Februari 2016

OMA Homestay Binaan Asosiasi Homestay Sawahlunto Sukses di Tingkat ASEAN

Kali ini kami ingin bercerita tentang Oma Homestay, yang mewakili Sumbar sekaligus penerima penghargaan pada ASEAN Homestay Award 2016-2018 yang diadakan di Filipina tanggal 18-22 Januari 2016 yang lalu. Ibu Elfanis yang akrab di sapa bu Pong adalah salah satu anggota binaan dari ASOSIASI HOMESTAY SAWAHLUNTO yang telah merintis dan membina masyarakat Kota Sawahlunto agar bergerak di bidang usaha pariwisata dan menggerakan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung VISI dan MISI Kota Sawahlunto Menjadi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya Tahun 2020.

Usaha dan kegigihan Ibu Pong dalam mengelola homestay kali ini berbuah manis sekaligus mengharumkan nama Propinsi Sumatera Barat khususnya Kota Sawahlunto. Bagaimana tidak, dari sekian banyak homestay yang ada di Indonesia, OMA Homestay terpilih mewakili Indonesia ke Penghargaan Homestay tingkat ASEAN. Sebuah kebanggan tersendiri bagi kami dari ASOSIASI HOMESTAY SAWAHLUNTO dimana anggota kami berhasil meraih penghargaan di tingkat ASEAN   

Keua Asosiasi Homestay Sawahlunto, Ibu Kamsri Benty mengatakan "OMA Homestay adalah salah satu anggota binaan Asosiasi Homestay Sawahlunto yang cukup pesat dalam penataan dan perbaikan fasilitas untuk tamu. Selain itu, jumlah kunjungan tamu baik dari pemesanan offline melalui sekretariat maupun melalui online di traveloka dan bookingdotcom juga sangat bagus, maka saya rasa sangat layak kita memberikan penghargaan tersebut kepada OMA Homestay"

"Dengan adanya penghargaan yang diterima OMA Homestay ini, kami berharap kedepannya akan tercipta daya saing positif bagi anggota homestay lainnya untuk meningkatkan pelayanan, keramahan, kebersihan dan kenyamanan di homestay tersebut. Sehingga tamu benar-benar merasa nyaman dan merasa sedang berlibur di rumah keluarga sendiri. Tidak ada homestay 'anak emas' dalam asosiasi, semua dianggap sama." lanjut ibu tiga anak ini

Sebagai penutup, kami ucapkan selamat sekali lagi kepada OMA Homestay.  Bagi Anda yang ingin berwisata ke Sawahlunto dan menginap di OMA Homestay dapat menghubungi nomor Bu Elfanis di 081267294275 atau melalui Asosiasi Homestay Sawahlunto di nomor 081374047179 / 0754-61017. Mari rasakan kehangatan keluarga homestay selama anda menikmati liburan di kota sawahlunto

Posted by: Admin Homestay Homestay Sawahlunto Updated at : Februari 05, 2016

04 Februari 2016

Oma Homestay Sawahlunto Raih ASEAN Homestay Award di Manila

Oma Homestay Sawahlunto berhasil meraih penghargaan bergengsi pada ajang “ASEAN Homestay Award 2016-2018” yang diselenggarkan ASEAN Tourism Forum (ATF) di Manila, Philipina, pada pekan silam (18-22/1/2016).

Oma Homestay merupakan pemenang seleksi nasional yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata RI untuk diajukan sebagai nominator ketiga dari Indonesia yang meraih ASEAN Homestay Award setelah pemuncaknya diperoleh Omah Tembi Homestay dari Tembi Timbulharjo, Bantul Yogjakarta, disusul nominator kedua Acacia Dien Homestay dari Batur Banjarnegara, Jateng. Penerimaan award itu langsung di dampingi Menteri Pariwisata RI Arief Yahya.

Sedangkan nominasi keempat dan kelima diraih Panglipuran homestay dari Kabupaten Bangli, Bali. Dan Sudirman 12 Homestay dari Muntok, Bangka Barat, Babel. Dengan berkibarnya lima nominator di kelas ASEAN Homestay Standard yang di kompetisikan di Indonesia itu, maka nama Sawahlunto sudah tercatat sebagai pengelola industri kreatif homestay (rumah tinggal) murah bagi kalangan wisatawan di ASEAN. Hal ini tidak terlepas dari peran dan pembinaan yang dilakukan Kementerian
Pariwisata Republik Indonesia.

Penghargaan itu diterima langsung pemilik homestay Daud Subroto (Omah Tembi), Allif Faozi (Acacia Dieng), Elfanis pemilik (Oma Homestay), I Nengah Moneng (Panglipuran Homestay), dan Supeni (Sudirman 12 Homestay). Disamping itu juga ada 5 nominator pemenang ASEAN Green Hotel yang diberangkatkan Kementerian Pariwisata ke Manila untuk menerima penghargaan internasional dari Pemerintah Pilipina melalui Menteri Pariwisata Pilipina Ramon R.Jimenez,JR.

Sebagaimana dirilis dari Kementerian Pariwisata Pilipina (Department of Torism Philippines) menyebutkan, ajang penghargaan yang digelar sangat meriah di Mindanao Ballroom of Sofitel Philppine Plaza, CCP Complex, Roxas Boulevard, Pasay City itu menampilkan berbagai penghargaan terhadap pemenang kompetisi yang di ikuti seluruh negara-negara anggota ASEAN seperti, Indonesia, Pilipina, Malaysia, Brunai, Vietnam, Kamboja, Singapura, Laos, dan Burma. Katagori peraih award yang di kompetisikan adalah Green Hotel, Homestay, Spa Services, Public Toilet, Clear Tourism City, dan Tourism Security and Safety Guedelines.

Ketua Asosisasi Homestay Sawahlunto Hj.Kamsri Benti yang dihubungi GoSumbar.com, Rabu (3/2/2016), mengatakan, meski dia tidak ikut mendampingi Oma Homestay menerima ASEAN Homestay Award di Manila, Pilipina, dia bangga nama homestay Sawahlunto sudah tercatat di forum regional negara-negara anggota ASEAN.

“Sebagai pimpinan asosiasi saya bangga. Penghargaan itu diraih tidak mudah, melainkan berkat kerja keras dan keseriusan dalam mengelola usaha kreatif homestay untuk mendukung industri wisata di kota wisata tambang ini.

"Saya sangat mengapresiasi Ibu Pong pemilik Oma Homestay yang mampu menggoreskan nama Sawahlunto di ajang internasional. Semoga beliau mampu menginspirasi semua pengusaha rumahan untuk perkembangan industri homestay di Kota Sawahlunto," ungkap Kamsri Benti. (Iyos)
** sumber www.gosumbar.com by Indra Yosef

Posted by: Admin Homestay Homestay Sawahlunto Updated at : Februari 04, 2016